Sukses

Top 3: 5 Ancaman Paling 'Mengerikan' dari Donald Trump

Liputan6.com, Jakarta - Kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Amerika Serikat masih menjadi pusat perhatian pembaca Liputan6.com kanal Global pada Jumat (11/11/2016) pagi.

Kali ini, para pembaca tertarik dengan artikel tentang lima jenis ancaman paling ekstrem yang pernah dilontarkan oleh Donald Trump semasa kampanye. Apakah ia akan melaksanakannya?

Sedikit mengalihkan perhatian dari Donald Trump, para pembaca menyimak kisah anak jenius berusia 7 tahun di India. Pada usia yang sangat belia, ia sudah menjadi seorang 'dokter bedah'. Akrit disebut-sebut memiliki IQ 146, tertinggi jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya di India dan ia dikenal jenius dalam bidang medis.

Kembali kepada kisah seputar Donald Trump. Pembaca juga penasaran dengan 10 alasan yang diduga kuat menjadi penyebab kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS.

Berikut adalah Top 3 Global selengkapnya:

 

1. 5 Ancaman Donald Trump yang Paling 'Ekstrem', Akankah Terwujud?

Presiden ke-45 AS, Donald Trump dan Wapres, Mike Pence langsung menyampaikan pidato setelah mengetahui hasil penghitungan suara Pilpres AS, di Manhattan, New York, Rabu (9/11). Trump unggul cukup jauh atas pesaingnya, Hillary Clinton. (REUTERS/Mike Segar)

Semboyan Donald Trump adalah, 'Make America Great Again'. Tapi, selama kampanye , justru retorika penuh yang kebencian kerap dilontarkan.

Janji-janjinya yang berlebihan bahkan cenderung berbahaya ternyata dapat memikat para pendukungnya. Belum lagi cara dia mengolok-olok lawannya, Hillary Clinton. Mulai dari memanggilnya 'crooked Hillary' hingga 'nasty woman'.

Bahkan, di debat kedua capres AS, Trump mengancam akan memenjarakan Hillary jika ia jadi presiden.

Kini Trump terpilih jadi Presiden ke-45 AS. Akankah ia akan mewujudkan ancamannya?

Selanjutnya...


2. Kisah Anak Jenius yang Jadi 'Dokter Bedah' Sejak Berusia 7 Tahun

Akrit Pran Jaswal (Sulekha.com)

Suatu hari, seorang gadis kecil di India mengalami luka bakar parah, membuat jari-jarinya menyatu dengan telapak tangan. Bentuk tangan bocah 8 tahun itu terlihat mengepal seperti bola.

Keluarganya miskin, tak mampu membiayai operasi yang mahal. Namun mereka kemudian mendengar rumor yang beredar mengenai seorang anak laki-laki yang dijuluki 'dokter bedah' kecil.

Akrit Jaswal baru berusia 7 tahun, ketika dia berhasil membedah tangan gadis kecil itu dan membuatnya kembali normal.

Bocah laki-laki itu memiliki reputasi di wilayahnya sebagai anak jenius di bidang medis. Akrit disebut-sebut memiliki IQ 146, tertinggi jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya di India.

Selanjutnya...


3. 10 Faktor Pemicu Donald Trump Menang dan Hillary Clinton 'Keok'

Presiden ke-45 AS, Donald Trump mengepalkan tangan saat berpidato di hadapan para pendukungnya di Manhattan, New York, Rabu (9/11). Trump berhasil mendapat suara electoral votest lebih dari 270, sebagai syarat kemenangan Pilpres AS (REUTERS/Carlo Allegri)

Kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden Amerika Serikat (AS) 2016 sangat mengejutkan dunia. Karena selama berbulan-bulan berlangsungnya masa kampanye nyaris seluruh lembaga survei menunjukkan, Hillary akan memimpin perolehan suara dan melenggang ke Gedung Putih.

Banyak yang bertanya-tanya apa yang menjadi faktor kemenangan Trump sehingga sosoknya mampu meraup dukungan rakyat AS. Padahal ia belum teruji, baik sebagai politisi mau pun birokrat.

Sementara fakta berbeda dimiliki Hillary. Ia politisi kawakan yang pernah 'mengecap' kursi pengacara, ibu negara, senat, menteri luar negeri, sebelum akhirnya diberi mandat oleh Partai Demokrat untuk maju sebagai calon presiden.

Selanjutnya...