Sukses

Hillary Clinton: Kesedihan Ini Akan Terasa hingga Waktu Lama....

Liputan6.com, New York - Selasa malam 8 November 2016 menjadi saat-saat kelabu bagi Hillary Clinton. Ia harus menerima kenyataan bahwa rivalnya Donald Trump lebih unggul dalam perolehan suara.

Calon presiden Partai Demokrat itu pun gagal mewujudkan impiannya, juga impian banyak warga Amerika Serikat lainnya, agar seorang perempuan bisa menduduki kursi orang nomor satu di AS.

Sehari setelah pemilu, Hillary menyampaikan pidato kekalahannya di Jatvis Center New York. Sebelum naik ke panggung eks cawapresnya Tim Kaine menyampaikan sepatah dua patah kata terkait sang mantan Menlu AS.

Dia mengatakan sangat bangga akan apa yang telah ia lalui bersama Hillary. Pengalaman menjadi cawapres pun tak akan pernah dilupakan.

Setelah Kaine menyampaikan pidato singkatnya, Hillary naik ke atas panggung pada pukul 12.45 waktu setempat.

Saat naik ke panggung, Hillary mendapatkan sorakan riuh dari para pendukungnya. Tepuk tangan yang tak henti-henti menggema di seluruh ruangan.

"Terima kasih terima kasih," sebut Hillary sembari melambaikan tangan.

Usai menyampaikan rasa syukurnya, Hillary yang di atas panggung didampingi suaminya Bill Clinton dan sang putri Chelsea mengatakan sedih atas hasil pemilu.

"Saya mengerti kesedihan kalian, itu karena saya merasakan kesedihan itu juga," sebut Hillary.

"Rasa sakit ini akan ada dalam waktu yang sangat lama.

Walau begitu, ia mengatakan masyarakat AS tak boleh terlalu kecewa. Langkah maju harus diambil usai pemilu ini.

"Kita harus menerima hasil dan menatap masa depan," pungkasnya.

Bukan kali ini saja Hillary Clinton tersingkir ajang Pilpres. Pada 2008, ia dikalahkan rekan separtainya, Barack Obama dalam pemilihan internal di Demokrat.

Apapun, keikutsertaan Hillary dalam babak final Pilpres AS telah mencetak sejarah atas namanya sendiri: sebagai perempuan pertama yang menjadi capres sebuah partai besar di AS.

Artikel Selanjutnya
Bikin Bangun Pagi Anda Lebih Bahagia dengan 5 Hal Ini
Artikel Selanjutnya
11-8-1999: Gerhana Matahari Total Terakhir pada Abad ke- 20