Sukses

Top 3: 5 Ramalan Nostradamus soal Nasib AS 2016

Liputan6.com, Jakarta - Kisah seputar kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum Amerika Serikat pada 8 November 2016 (waktu Pantai Timur AS) atau Rabu 9 November 2016 WIB menjadi pusat perhatian pembaca Liputan6.com pada Rabu (9/11/2016). 

Dimulai dengan rasa penasaran tentang ramalan Nostradamus beberapa abad yang lalu tentang nasib Amerika Serikat pada 2016, misalnya terawangan bahwa "Obama akan menjadi presiden terakhir Amerika Serikat."

Ulasan Dino Patti Jalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, juga menyedot perhatian. Menurutnya, bisa saja hubungan Amerika dengan dunia Islam akan diwarnai goncangan-goncangan, ketidaknyamanan

Paling akhir, walaupun sekarang sudah diketahui bahwa Donald Trump keluar sebagai pemenang pilpres AS, proses menuju kemenangan itu amat menarik diamati karena unsur-unsur kejutan di dalamnya.

Berikut adalah Top 3 Global selengkapnya:

 

1. Perang Dunia III...Ini 5 Ramalan Nostradamus soal Nasib AS 2016

Nostradamus disebut-sebut meramal dengan tepat puluhan peristiwa bersejarah, termasuk kematian Putri Diana. (Sumber predictionsofnostradamus.com)

Michel de Nostredame adalah dokter, apoteker, penulis, dan astrolog asal Prancis. Namun, dunia kini mengenalnya sebagai Nostradamus, sang peramal.

Berbagai prediksi masa depan dikeluarkan pria yang lahir pada 1503 itu. Dalam bukunya The Prophecies atau Les Propheties, ia menuliskan prediksi sejumlah kejadian besar yang terjadi di dunia.

Dalam buku itu, ada lebih dari seribu quatrain atau sajak 4 seuntai--yang terdiri atas empat baris--dalam bahasa Prancis, yang diyakini oleh mereka yang percaya, bisa meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang.

Konon, Nostradamus mempelajari astrologi, sains, dan serangkaian okultisme alias hal-hal klenik dan menggunakannya untuk meramalkan masa depan.

Selanjutnya...


2. Ini yang Terjadi Jika Donald Trump Jadi Presiden Amerika

Dino Patti Djalal (Liputan6.com/ Johan Tallo)

Dubes RI untuk Amerika Serikat periode 2010-2013, Dino Patti Djalal, buka suara terkait dua calon presiden dari Negeri Paman Sam yang diajukan Partai Republik dan Demokrat pada Pilpres 2016. Ia membahas bagaimana jika Donald Trump atau Hillary Clinton yang menang dalam perebutan Gedung Putih.

Dino menggambarkan bagaimana "wajah" Amerika Serikat jika dipimpin oleh kedua kandidat.

"Kalau Trump yang menang, saya melihatnya akan terjadi polarisasi yang lebih tinggi. Akan terjadi kegelisahan sosial di lapangan, di kota-kota Amerika, ketegangan antar ras juga akan semakin tinggi, akan banyak demonstrasi dan pasar akan semakin gelisah. Mungkin juga hubungan Amerika dengan dunia Islam akan diwarnai goncangan-goncangan, ketidaknyamanan, mengingat apa yang dinyatakan Trump selama ini," kata pria yang karib disapa Dino kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Selanjutnya...


3. Pimpin Perolehan Suara, Donald Trump Pemenang Pilpres AS?

Ekspresi Donald Trump yang berdiri belakang rivalnya, Hillary Clinton selama debat Capres AS putaran kedua di Washington University, St Louis, AS, Minggu (9/10). Bahasa tubuh trump ini memicu keheranan dan ejekan di media sosial. (AP Photo/Julio Cortez)

Untuk sementara, Trump menang. Seperti dikutip dari Guardian, Rabu 9 November 2016, miliarder nyentrik itu meraih 137 electoral vote, dari 270 yang disyaratkan.

Sementara rivalnya, Hillary Clinton tertinggal dengan angka 104 electoral vote.

Versi berbeda dikemukakan oleh CNN, Trump mendapat 136, sementara Hillary Clinton 104 electoral vote.

Sementara Fox News mencatat, 147 untuk Trump dan 109 untuk Hillary Clinton. Mantan Menlu AS itu juara di New York, sementara Trump merajai Texas -- yang menjadi basis suara tradisional Republik.

"@realDonaldTrump dan aku siap untuk menang!," cuit manajer kampanye Trump, Kellyanne Conway dalam akun Twitternya, @KellyannePolls.

Selanjutnya...