Sukses

Melania Trump, Istri Presiden Pertama yang Lahir di Luar Amerika

Liputan6.com, New York - Melania Knauss atau Melania Trump resmi menjadi ibu Presiden Amerika. Ia adalah wanita nomor satu pertama Negeri Paman Sam yang lahir dari luar negara itu.

Dilansir dari News.sky.com, Rabu (9/11/2016), istri Donald Trump menghabiskan waktu kecil hingga remaja di Slovenia.

Selain mahir lima bahasa, yakni Slovenia, Inggris, Prancis, Serbia dan Jerman, istri dari Donald Trump itu dikenal memiliki pribadi tertutup. Jarang ada pemberitaan terkait pribadi model itu.

Melania dibesarkan di blok apartemen di Yugoslavia selama pemerintahan Josef Broz Tito.

Bekas kepala sekolah dasar tempat Melania dulu bersekolah mengenal Nyonya Trump dengan baik. Menurut dia, Melania cukup bijak dan pendiam. Oleh sebab itu, ia memberi nasihat kepada Tuan Trump untuk mengikuti saran sang istri.

Menurut Mirjana Jelancic, "Melania sangat bijak. Donald harus lebih sering mendengarkannya."

Ucapan itu sedang lazim di Sevnica, kota kecil industrial di tepi Sungai Sava, Slovenia bagian tengah.

Presiden AS ke-45 Donald Trump mencium istrinya, Melania usai berpidato di hadapan pendukung di Manhattan, New York Rabu (9/11). Trump langsung menyampaikan pidato kemenangannya setelah meraih 288 electoral vote pada Pilpres AS. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Istri Presiden Amerika itu lahir pada 1970. Ia adalah putri dari Amalija, wanita pekerja pabrik tekstil. Sedangkan ayahnya, Viktor, adalah seorang penjual mobil.

Sejumlah teman melihat kemiripan Viktor dengan Donald Trump.

Jelancic, tetangga dan mantan teman sekelasnya, mengatakan, "Dia selalu resik, dibesarkan baik-baik secara tradisional. Dalam hal itu, dia berbeda dari kami semua."

Donald Trump adalah seorang pembuat onar semasa kecilnya, sedangkan Melania justru sebaliknya. Ia pendiam dan tenang ketika bermain di taman bermain di luar apartemen tempatnya dibesarkan.

Kata Jelancic lagi, "Ia bertutur secara runut, tidak pernah mengumpat kalau sedang ada perselisihan di antara kami. Ia menengahi, membangun kompromi, dan mempersatukan kami."

Melania Trump di debat pamungkas calon presiden AS. (Reuters)

Semakin besar, gadis-gadis itu merajut sarung tangan, sweater, dan penghangat paha sambil bersama-sama membaca majalah busana yang menjadi inspirasi Melania sejak kecil.

"Melania tidak pernah ingin menjadi model, ia lebih ingin menjadi perancang. Saya selalu merasa Sevnica dan Ljubljana terlalu kecil baginya."

Melania Trump (46) baru pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1996 dan menjadi warga negara AS.