Sukses

Ini Biang Kerok Kekalahan Hillary Clinton dari Donald Trump?

Liputan6.com, New York - Pertarungan menuju Gedung Putih antara Hillary Clinton dan Donald Trump baru saja berakhir dengan kemenangan capres Republik. Sang miliarder nyentrik terpilih sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat.

Kekalahan Hillary diduga diakibatkan oleh tidak munculnya pendukung dalam jumlah besar sesuai harapan yang berasal dari kalangan Afrika-Amerika, Latin, dan peserta pemilu muda. 

Awalnya diperkirakan pemilih dalam jumlah besar tersebut akan mendukung mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton untuk menduduki Gedung Putih. 

Namun, pada akhirnya bukan hanya tidak muncul dalam bilik pemungutan suara, beberapa wilayah yang diprediksi akan menjadi poin kuat Hillary, seperti Wisconsin, justru dimenangkan oleh Trump. 

Sebelum penghitungan suara ditutup, tim kampanye Hillary percaya diri bahwa "jagoan" mereka akan menjadi penerus Barack Obama.

Donald Trump memenangkan pemilihan dengan hasil perolehan electoral vote sebanyak 288, mengalahkan Hillary yang mendapatkan 215 suara menurut hasil perhitungan CNN.

"Saya baru saja mendapatkan telepon dari Hillary yang terus memberikan ucapan selamat kepada kami, atas kemenangan kami, dan saya menyelamati Hillary dan keluarganya atas pertarungan kampanye yang hebat ini," kata presiden terpilih AS dalam pidato kemenangannya di markas Republik.

Walaupun mengakui kemenangan Trump, Hillary dilaporkan belum mau memberikan pidato apa pun kepada pendukungnya. 

Ketua kampanye Hillary Clinton, John Podesta, meminta para pendukung Hillary yang tengah berkumpul di Javits Center, New York, untuk pulang ke rumah mereka. 

Artikel Selanjutnya
VIDEO: AS Pertimbangkan untuk Negosiasi Ulang NAFTA
Artikel Selanjutnya
Mereka Memilih Berpaling dari Donald Trump...