Sukses

Pantang Menyerah, Kakek Ini Jadi Sarjana pada Usia 88 Tahun

Liputan6.com, China - Raihlah ilmu setinggi mungkin dan jangan pernah merasa terlalu tua untuk belajar sesuatu. Karena sejatinya tak pernah ada kata terlambat bagi mereka yang ingin meraih kesuksesan.

Prinsip inilah yang dipegang oleh Zhang Guohan. Di usianya yang telah menginjak 88 tahun, kakek ini berhasil menamatkan kuliahnya di Jiangsu Open University dan memperoleh gelar sarjananya di bidang Industri Budaya dan Managemen.

Habatnya lagi Zhang menjadi satu-satunya lulusan tertua pertama dalam sejarah China. Demikian dilansir dari News.sina.com.cn, Jumat (28/10/2016).

Zhang tidak sendiri. Terpaut dua tahun lebih muda, Xu Hesheng (86) juga menjadi lulusan tertua pada jurusan yang sama.(Shanghaiist.com)

Zhang tidak sendiri. Terpaut dua tahun lebih muda, Xu Hesheng (86) juga menjadi lulusan tertua kedua pada jurusan yang sama.

Bagi Zhang bisa mendapatkan gelar sarjana di usianya yang telah uzur membuatnya bahagia dan semakin bersemangat untuk terus belajar.

Untuk bisa menyerap semua pelajaran pada usianya tentu bukan perkara yang mudah. Zhang mengaku kerap menemukan kesulitan.

"Saat belajar komputer dasar sangat sulit, karena saya buta komputer. Untuk bisa cepat mengikuti pelajaran, saya terus bertanya kepada instruktur saya yang usianya lebih muda. Meski awalnya sangat lamban dalam menyerap semua pelatihan, kini saya sangat mahir dalam menggunakan komputer," jelas Zhang.

 Di usianya yang telah menginjak 88 tahun, kakek ini berhasil menamatkan kuliahnya di Jiangsu Open University. (Shanghaiist.com)

Menjadi lulusan tertua dalam sejarah China bukan didapat Zhang secara kebetulan. Semua berawal dari sebuah program yang dikeluarkan oleh Jiangsu Open University untuk membantu para orangtua di China melanjutkan pendidikannya. Yaitu dengan mengajarkan bagaimana menggunakan komputer dan smartphone. Demikian dilansir dari Shanghaiist.com.

Berdiri pada tahun 2012, Jiangsu Open University, China mengklaim bahwa mereka telah berhasil meluluskan 200 siswa lanjut usia dengan melatih mereka menggunakan komputer dan smartphone