Sukses

Top 3: 10 Pengakuan Korban Selamat Tragedi Titanic

Liputan6.com, Jakarta - Ketika berada dalam keadaan sangat darurat terkait urusan hidup atau mati, beragam sifat dasar manusia yang mencuat ke permukaan. Pada Selasa (18/10/2016), para pembaca Liputan6.com paling tertarik membaca kisah 10 orang penyintas ketika kapal Titanic sedang tenggelam.

Seorang wanita cantik asal Australia meninggal dunia di markas ISIS di Suriah. Amira Karroum yang berasal dari Sydney berada di wilayah konflik setelah termakan janji-janji manis untuk berjuang di Suriah.

Masih berkaitan dengan kaum wanita. Para pembaca menyimak kerasnya ucapan Michelle Obama menanggapi tindak-tanduk calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump. Michelle Obama memandang ucapan Trump malah lebih rendah dari batas kesopanan manusia.

Berikut adalah Top 3 Global selengkapnya:

1. 10 Kisah 'Paling Mengejutkan' Para Korban Selamat Titanic

Pelayaran perdana Titanic

Titanic karam di Atlantik Utara setelah menabrak gunung es pada 15 April 1912, di mana sekitar 1.514 dari 2.224 penumpangnya meninggal. Sejumlah kisah pun turut mengiringi tenggelamnya kapal buatan Inggris itu, tak terkecuali dengan cerita dan kesaksian para korban selamat.

Namun, tak hanya kisah mengharukan dan heroik saja yang muncul dari peristiwa tenggelamnya Titanic. Sejumlah cerita dari para korban selamat berikut mungkin akan membuat anda terheran-heran atau bahkan kesal.

Saat Titanic hampir tenggelam, perempuan dan anak-anak merupakan golongan yang diprioritaskan untuk naik ke sekoci. Namun, ada saja seorang pria yang menyamar sebagai wanita untuk dapat masuk ke perahu penyelamat.

Selanjutnya...


2. Kematian Tragis Perempuan Cantik Asal Australia di Markas ISIS

Amira Karroum (New.com.au)

Amira Karroum berwajah cantik dan berprestasi. Sayangnya, ia juga kesepian. Kombinasi yang mudah untuk direkrut ISIS . Kelompok teroris itu menggoda dengan janji-janji surga, namun yang ia dapati adalah kematian tragis.

Saat itu 4 Juli 2013 dan Amira (yang masih berusia 21 tahun) baru saja mengucap salam berpisah dengan sang suami Yusuf Ali yang tengah melakukan 'misi rahasia' ke Suriah bergabung dengan ISIS.

Tiba-tiba Skype-nya berdenting. Seseorang berpura-pura sebagai teman barunya, padahal ia adalah seorang perekrut. Dengan janji-janji manis, ia merayu perempuan jebolan sekolah swasta elite di Gold Cost, Australia untuk segera menyusul sang suami, berangkat ke Suriah.

Selanjutnya...


3. Michelle Obama: Omongan Trump di Bawah Standar Kesopanan Manusia

Michelle Obama nyatakan dukungannya kepada Hillary Clinton dalam Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia (Paul Sancya)

Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Michelle Obama, menegaskan, sejumlah pernyataan vulgar Donald Trump yang ditujukan terhadap perempuan adalah sesuatu yang mengejutkan, merendahkan, dan di bawah standar dasar kesopanan manusia.

Berbicara di hadapan pendukung Hillary Clinton di Manchester, New Hampshire, Michelle menyoroti skandal video Trump pada 2005. Dalam video itu, sang miliarder kedapatan melontarkan sejumlah komentar bernada agresif secara seksual terhadap perempuan.

"Aku tak bisa percaya bahwa capres AS telah menyombongkan diri tentang penyerangan seksual terhadap wanita," kata Obama seperti dilansir CNN, Jumat 14 Oktober 2016.

Selanjutnya...