Sukses

Bantu Keluarga, Bocah 8 Tahun Bikin 10 Ribu Pangsit dalam Sehari

Liputan6.com, Ruijin - Di usianya yang masih delapan tahun, bocah laki-laki di Ruijin, Provinsi Jiangxi, China membantu kedua orangtuanya untuk menambah pendapatan keluarga. Liu Minghui setiap harinya membuat hingga 10 ribu pangsit untuk restoran yang dikelola oleh kakek dan neneknya.

Selama libur sekolah tiba, pada saat bocah lain seusianya tertidur pulas di rumah, Liu bersama adik dan kakek serta neneknya pagi-pagi sekali telah mendirikan sebuah kedai kecil di pasar Ruijin dengan menjual sup pangsit.

Meski demikian, bocah Liu tak pernah meninggalkan sekolahnya. Sepulang dari sekolah dia mengerjakan pekerjaan rumah lalu membantu kakek neneknya berjualan. (Shanghaiist.com)

Sementara sang kakek sibuk menyalakan kompor, Liu pun tak kalah repotnya. Dengan tangan mungilnya bocah laki- laki itu dengan cekatan mulai memasukkan isi adonan yang telah tercampur bumbu ke dalam tumpukan kulit pangsit.

Dilansir dari South China Morning Post.com, Selasa (11/10/2016), Liu bisa membuat 10 ribu pangsit setiap harinya.

Dalam sehari Liu bisa membuat 500 hingga 1.000 mangkuk sup pangsit buat para pelanggannya.(Shanghaiist.com)

Satu mangkuk sup pangsit berisi 10 hingga 20 buah.Itu artinya dalam sehari Liu bisa membuat 500 hingga 1.000 mangkuk sup pangsit buat para pelanggannya.

Adik perempuan Liu juga tak kalah sibuknya. Tugasnya mencuci piring dan membersihkan meja setelah para pelanggan mereka selesai makan.

Liu Minghui setiap harinya membuat hingga 10 ribu pangsit untuk restoran yang dikelola oleh kakek dan neneknya. (Shanghaiist.com)

Apa yang dilakukan Liu dan adiknya sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Keduanya bahkan menjadi viral karena di usianya yang masih belia kakak beradik ini mau bekerja keras untuk membantu keluarganya.

Liu tinggal bersama kedua orangtuanya, adik, dan kakek neneknya. Sementara ayah ibunya bekerja sebagai buruh pabrik garmen di kota lain, Liu membantu kakek neneknya berjualan sup pangsit untuk menghidupi keperluan mereka sehari-hari.

"Orangtua ku bekerja di pabrik garmen yang letaknya sangat jauh. Mereka hanya bisa pulang setiap Tahun Baru China," kata Liu, seperti dilansir dari Shanghaiist.com.

Liu tinggal bersama kedua orangtuanya, adik, dan kakek neneknya. Sementara ayah ibunya bekerja sebagai buruh pabrik garmen di kota lain, Liu membantu kakek neneknya berjualan sup pangsit. (Shanghaiist.com)

Meski demikian, bocah Liu tak pernah meninggalkan sekolahnya. Sepulang dari sekolah dia mengerjakan pekerjaan rumah lalu membantu kakek neneknya berjualan.

Liu berharap dengan hasil jualan sup pangsit bersama kakeknya, ia bisa melanjutkan sekolahnya hingga ke perguruan tinggi dan dapat membelikan adiknya baju-baju yang cantik.