Sukses

Survei: Hanya 19 Persen WN Australia Tahu Benar Soal Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Guna mempererat kerja sama antara Australia dan Indonesia, sebuah lembaga penelitian dari Negeri Kanguru melakukan jajak pendapat. Adalah Paul Ramadge, Direktur untuk The Australia-Indonesia Centre (AIC) yang memimpin pengumpulan data tersebut.

Menurut hasil survei yang dilakukannya, didapati respons beragam. Mulai dari pandangan positif antar kedua negara hingga isu menarik seperti kepopuleran di bidang pendidikan, perdagangan, wisata, dan budaya. 

"Secara statistik sekitar 72 persen warga Australia ingin belajar lebih banyak tentang budaya Indonesia. Warga kedua negara juga memandang penting bidang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga universitas," ungkap Ramadge dalam kunjungannya ke Liputan6.com pada Jumat (19/8/2016) sore.

"Dalam bidang travel dan wisata, tercatat ada rekor kunjungan 116 ribu warga Australia ke Indonesia pada Juni lalu. Sebaliknya, tercatat juga rekor kunjungan 16.200 warga Indonesia ke Australia," imbuh Ramadge.

Seperti dilansir dari SMH Herald, survei itu mengungkapkan bahwa cukup banyak warga Indonesia --sekitar 87 persen responden--yang memberikan respon positif terhadap orang-orang dari Australia. Meski responden Australia tak demikian, karena dipengaruhi perspektif negatif sebelumnya antara kedua negara -- tercatat hanya sekitar 43 persen.

Ketimpangan itu diduga terjadi karena lebih banyak orang Indonesia yang mengenal Australia, daripada sebaliknya --hanya 19 persen responden Australia yang mengaku mengetahui tentang Indonesia. Jadi, pengenalan dan pengetahuan tentang Indonesia bisa bermanfaat untuk mengatasinya.

Menurut Ramadge, pengetahuan terhadap Indonesia akan mengubah pandangan warga Australia menjadi lebih positif. Hal itu bisa diperoleh pendidikan atau wisata di seluruh penjuru RI.

Dari pertemuannya dengan orang-orang Indonesia, Ramadge mengetahui sejumlah hal tentang Tanah Air yang belum diketahui warga Negeri Kanguru.

"Salah satu temuan yang paling menarik adalah, bahwa 77 persen responden Indonesia ingin agar pemerintah RI memperkuat hubungan dengan Australia," jelas dia.

Survei tersebut diperoleh dari sekitar 2 ribu orang Indonesia dan Australia, setelah didahului kegiatan 24 kelompok diskusi terfokus (focus group discussion, FGD), terdiri dari 14 FGD di Indonesia dan 10 FGD di Australia.

Survei dilakukan terhadap beberapa tingkatan masyarakat, untuk memastikan pemahaman tentang pertanyaan tersebut.

Artikel Selanjutnya
Minat Baca Rendah, Kalteng Butuh Perpustakaan
Artikel Selanjutnya
Menlu Retno: Indonesia Siap Perkuat Kerja Sama dengan AS