Sukses

Badai Dahsyat Winston Ancam Fiji, Pusat Evakuasi Disiapkan

Liputan6.com, Suva, Fiji - Fiji diterjang badai Winston yang masuk ke dalam kategori 5 badai terdahsyat.

Amukan badai berawal di lokasi yang terletak 175 kilometer sebelah utara hingga timur laut ibu kota Fiji, Suva, Sabtu ini pukul 13.00 waktu setempat. Badai terus bergerak.

Badai siklon tersebut membawa angin dengan kecepatan rata-rata 230 km/jam dan berembus hingga 325 km/jam pada kecepatan tertingginya.

Beberapa maskapai penerbangan, yaitu Virgin Australia dan Jetstar, telah membatalkan keberangkatan, baik menuju maupun dari Fiji.

Perdana Menteri Frank Bainimarama memperingatkan warga Fiji untuk menyiapkan diri atas peristiwa yang disebutnya mengerikan ini.

"Saya sangat prihatin bahwa beberapa orang khususnya di perkotaan tampak tidak mengindahkan peringatan tentang keseriusan ancaman yang kita hadapi," ujar Frank Bainimarama seperti dikutip dari abc.net.au, Sabtu (20/2/2016).

Para peramal cuaca juga mengatakan bahwa akan ada kemungkinan topan akan menerjang ibu kota.

"Ini merupakan kemungkinan yang tidak bisa kita pungkiri sekarang, itu alasan kami mengeluarkan peringatan akan adanya topan dan hujan lebat," ujar ahli meteorologi Fiji, Michael Funaki kepada ABC.

Pulau terbesar di Fiji, Viti Levu, sebelumnya telah merasakan dampak dari badai siklon Winston, dengan pusat siklon berada pada 50 km di sebelah selatan Kota Savusavu.

"Kami telah bersiap menghadapi angin siklon dan memperingatkan warga di seluruh Fiji untuk bersiap juga," ucap Funaki.

"Beberapa petugas kami telah ditempatkan pada setiap wilayah di Fiji untuk membantu warga dan pusat evakuasi telah dibangun untuk membantu warga yang mungkin berisiko di rumahnya masing-masing," lanjut Funaki.

Sejauh ini warga telah didesak untuk melakukan tindakan pencegahan awal. Pohon-pohon telah ditebang dan ada ketakutan bahwa badai akan menerjang dan akan terjadi banjir di pulau terbesar hingga ke utara

"Potensi kerusakan tinggi dan ada risiko yang sangat nyata bahwa orang akan kehilangan nyawa mereka," ujar Neville Koop dari Pusat Informasi Cuaca Na Draki di Suva.

Dia juga mengatakan, kemungkinan ada kerusakan besar akibat badai siklon yang bisa jadi terbesar yang pernah menerjang Fiji itu.