Sukses

Detik Mendebarkan Pengemudi Masuk Pusaran Tornado

Liputan6.com, Florida - Terlalu sibuk memperingati pengendara lain untuk menghindari tornado, seorang pria asal Florida bagian selatan malah melesat masuk dengan mobilnya ke dalam pusaran tornado yang tiba-tiba muncul di Pantai Pompano, Amerika Serikat pada Selasa pagi, 17 Februari 2016. Beruntung ia masih hidup.

Anthony Ciarrocchi menceritakan kejadian nahas yang hampir merenggut nyawanya pada saat itu.

"Hari itu hujan turun dengan deras disertai angin yang sangat kencang. Saya tidak bisa melihat apa-apa di depan karena pagi itu cuaca sangat gelap," ungkap Anthony, seperti dilansir dari HuffingtonPost.com, Kamis (18/2/201).

"Bahkan saat puing-puing bangunan berterbangan hingga ke jalan raya, saya pun juga tidak melihat dan tetap fokus mengendarai mobil," ucapnya.

Lebih anehnya lagi, pria asal Florida ini malah girang dan terus masuk menerobos putaran tornado dengan mobilnya sambil membunyikan klakson dan panik.

Tak berapa lama setelah kejadian tersebut, Anthony mengupload videonya ke internet dan Facebook. Beragam komentar pun mulai bermunculan atas aksi pria ini yang terbilang berani, nekat, dan sedikit gila.

Salah satunya datang dari pria yang menamakan dirinya sebagai pemburu tornado di Australia. Ia menyebut aksi sang pengemudi sangat luar biasa.

Lain lagi dengan sebuah akun yang menamakan dirinya 'Southeast Louisiana Storm'. "Sangat bodoh mendorong diri sendiri masuk ke dalam pusaran badai".

Komentar yang muncul di situs web berbagi video atas aksi Anthony juga sangat menyayangkan aksi nekatnya itu. Menurutnya pemburu tornado yang paling berpengalaman sekalipun tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang dilakukannya. 

"Kamu hampir kehilangan nyawa. Jika kamu seorang 'storm chaser' dan melakukan aksi itu, maka kamu bukan seorang pemburu badai yang cerdas, tapi bodoh".

"Beberapa orang menghabiskan tahun dan ribuan dolar untuk mencegat tornado dalam nama ilmu pengetahuan (menyebarkan probe untuk penelitian). Lalu ada orang-orang seperti ini yang menempatkan hidup mereka dalam bahaya untuk sedikit tawa. Ini pikiran jujur," tulis Thomas Hinterdorfer.