Sukses

Demi Cinta, Dua Sejoli Ini Menikah Muda Sebelum Ajal Menjemput

Liputan6.com, Leeds - Menikah di usia belasan tahun boleh dibilang terlalu dini. Tak heran jika orang tua melarang putra-putrinya menuju ke jenjang pernikahan di usia yang terlalu muda seperti itu.

Adalah dua sejoli bernama Iona Lindley dan Laurie Kesteven yang merencanakan pernikahan dini itu. Bahkan, mereka sampai memohon kepada kedua orangtuanya untuk segera dinikahkan --selagi ajal belum menjemput.

"Kami sedang jatuh cinta, aku tidak tahu berapa lama aku bisa hidup, dan aku tak bisa tahu apakah aku akan pernah mendapatkan kesempatan untuk menikah," ujar Iona merajuk pada ibunya.

Dilansir dari Daily Mail, Sabtu (29/3/2014), usia Ione baru nyaris 16 tahun. Sementara kekasihnya, Laurie berusia 18 tahun dan baru akan memulai studinya di jenjang universitas.

Usut punya usut, gadis yang masih duduk di bangku sekolah itu ternyata memiliki kelainan yang dikenal dengan sebutan cystic fibrosis. Kelainan genetik yang mengancam jiwa, sering membuat penderitanya terengah-engah kehabisan napas. Beberapa penderita bahkan tak mencapai usia 30 tahun.

Tak hanya Iona yang memohon kepada ibunya, Laurie pun membujuk keluarganya. Dengan mengatakan usia mereka tidak terlalu muda untuk menikah. Selain itu, Laurie menjelaskan bahwa ia kan merawat Iona yang sakit sambil menyelesaikan studinya, dengan bantuan ibu Iona.

Terenyuh dengan alsan kedua pasangan muda itu, keluarga daari kedua belah pihak pun akhirny menyetujui rencana pernikahan itu. Acara pernikahan pun segera diatur.

Tak lama kemudian, berbalut gaun putih nan cantik, Iona bersanding dengan Laurie menuju altar di Gereja Baptis South Parade di Headingley, Leeds. Ia terlihat gugup sambil mencengkeram buket bunga, dan menyembunyikan bulir air mata bahagia yang keluar dari wajahnya di hadapan 125 tamu undangan.

Setelah prosesi pemberkatan selesai, pasangan muda itu berdansa diiringi lagu Coldplay berjudul Fix You yang dinyanyikan oleh seorang teman.

Iona yang telah menjadi Nyonya Kesteven pun lalu berbulan madu bersama suami tercinta, selama 1 minggu di pulau Rhodes, Yunani.

Ini adalah pertama kalinya Iona ke luar negeri tanpa orang tuanya, dan membutuhkan perencanaan yang cermat untuk memastikan dia bisa mengambil oksigen dalam penerbangan nanti. Kalau-kalau dia membutuhkan bantuan napasnya.

Pernikahan mereka kini memasuki tahun pertama. Laurie dan Iona pun menggelar perayaan ulang tahun pernikahan pertama mereka. Selain itu, keduanya juga memutuskan untuk menceritakan kisah cinta mereka untuk pertama kalinya kepada dunia. Guna membantu meningkatkan kesadaran terhadap para penderita cystic fibrosis.

Awal Percintaan

Pasangan Iona dan Laurie saling mengenal setelah mereka mulai percakapan di BlackBerry Messenger. Maret 2012, mereka bertemu di sebuah restoran makanan cepat saji.

Iona merasa gugup untuk memberitahu Laurie tentang kondisinya, tapi setelah 3 minggu semakin dekat. Ia pun mencoba memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Laurie.

Laurie menerima kondisi Ioni. Dan mereka terus berkencan, lalu sering bertemu di sebuah taman dekat rumah mereka di Leeds. Meski awalnya Laurie gugup mengatakan kepada ibunya, Julie Iwanicki yang bercerai dari ayahnya, bahwa ia punya pacar.

Setelah beberapa bulan menjalin kasih, Iona pun mengatakan keinginannya untuk menikah kepada Laurie. Tentunya sebelum ia meninggal. Laurie pun tak berkeberatan, 9 bulan setelah mereka bertemu, ia pun menyampaikan rencana pernikahan itu kepada kedua orangtuanya. Mereka menikah pada 17 Mei 2013.

Tahun 2014 ini, Iona telah berusia 17 tahun. Kondisinya memburuk, karena kelelahan sering naik tangga.

"Aku tahu aku sedang jatuh cinta. Aku merasa begitu nyaman dengan Laurie," dalih Iona tak memperdulikan kondisinya.

"Ini benar-benar penting bagiku, untuk menikah. Karena aku tidak tahu berapa lama aku akan hidup. Aku berhenti memikirkan masa depan, tetapi aku mencoba untuk tidak membiarkan hal itu membuatku khawatir. Aku hanya akan menikmati hidupku," jelas Iona.

Laurie kini berusia 19 tahun, ia kuliah jurusan pendidikan jasmani dan pengembangan olahraga di Leeds Trinity University. Rencananya ia akan berkarir sebagai paramedis.

"Tidak ada gunanya marah, Anda hanya perlu menikmati hidup seperti itu. Semua orang terkejut ketika kita berkata kita ingin menikah, tetapi sekarang mereka mendukung," kenang Laurie.

Ibu Laurie, Iwanicki pun mendukung putranya. Meski awalnya merasa keberatan.

"Iona telah memiliki kehidupan yang mengerikan karena CF - dia telah menderita begitu banyak, melewatkan sebagian besar sukacita, kebebasan dan spontanitas seperti yang dilakukan anak-anak seusianya," ungkap Iwanicki.

"Mereka ingin menghabiskan sisa hidup mereka bersama-sama, selama mungkin. Aku pikir itu indah, terutama ketika Anda melihat berapa banyak remaja lain yang berperilaku seperti itu hari ini. Aku hanya ingin mereka bahagia saat mereka bisa," tambahnya.

Iona, yang membutuhkan oksigen, dan obat-obatan serta kontrol rutin ke sakit kini tinggal di rumah keluarganya. Agar sang ibu bisa merawatnya secara maksimal. Sementara Laurie bolak-balik menemani Iona dan kembali ke rumah ibunya.

Meskipun kesehatannya kurang baik, Iona mengambil kursus fotografi dan seni. Bahkan ia juga menghadiri kelas tari.

"Aku merasa seperti orang normal ketika aku menari. Meski wajahku membiru, tapi aku bertekad untuk melakukannya," pungkas Iona.

Baca Juga:

Begini Cara Sultan Maroko Punya 1.171 Anak dari 4 Istri dan 500 Selir

Spiral Misterius di Gurun Mesir Tertangkap Satelit Google Maps

Artikel Selanjutnya
Momen Ketika Obama Berbahasa Indonesia di UI
Artikel Selanjutnya
Perempuan Ini Tampak Muda Meski Berusia 41 Tahun, Apa Rahasianya?