Sukses

Perbandingan Malaysia Airlines dengan Adam Air yang Hilang Misterius

Liputan6.com, Jakarta- Tragedi Adam Air, Menabrak Laut dan Pecah, 102 Nyawa MelayangSudah lebih dari 72 jam atau 3 hari lebih, pesawat maskapai Malaysia Airlines belum juga ditemukan sejak hilang kontak pada Sabtu 8 Maret 2014 dini hari. Berbagai upaya pencarian dilakukan. Dari mulai mengerahkan helikopter, pesawat, kapal selam, hingga satelit beresolusi tinggi.

Akan tetapi, sejauh ini, belum ada hasil yang signifikan soal keberadaan pesawat Boeing 777-200 dengan nomor penerbangan MH370 rute dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China itu.

Menghilangnya pesawat maskapai Malaysia Airlines itu mengingatkan tragedi Adam Air yang hilang pada 1 Januari 2007 silam. Pesawat Boeing 737-400 bernomor registrasi PK-KKW  lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya namun kemudian hilang begitu saja tanpa ada jejak yang signifikan.

Berikut perbandingan kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan Adam Air yang dihimpun Liputan6.com, Rabu (12/3/2014).

1 dari 6 halaman

Jumlah Penumpang



Jumlah Penumpang

Malaysia Airlines: 239 penumpang yang terdiri dari 152 warga China, 38 warga Malaysia, 7 Indonesia, 5 India, 7 Australia, 3 Prancis, 3 Amerika Serikat, 2 Selandia Baru, 2 Ukraina, 2 Kanada, 1 Rusia, 1 Italia, 1 Taiwan, 1 Belanda dan 1 Austria. Mereka terdiri dari 227 penumpang termasuk 2 bayi dan 12 awak pesawat. Pesawat diterbangkan oleh Kapten Zaharie Ahmad Shah (53).

Adam Air: 102 penumpang yang terdiri 99 warga Indonesia dan 3 warga Amerika Serikat. Mereka terdiri dari 85 dewasa, 7 anak-anak, 4 bayi dan 6 awak pesawat, termasuk Kapten Pilot Refri A Widodo (47).

2 dari 6 halaman

Kronologi Hilang



Kronologi Hilang

Malaysia Airlines: Pesawat menghilang pada Sabtu 8 Maret 2014 pukul 02.40 waktu setempat setelah lepas landas dari Kuala Lumpur, Malaysia pada pukul 00.55 waktu setempat. Seharusnya burung besi tersebut mendarat di Bandara Beijing, China pukul 06.30 waktu setempat.

Adam Air: Pesawat berangkat pukul 12.55 WIB, Senin 1 Januari 2007. Semestinya pesawat tiba di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.14 Wita. Pada 14.53 Wita, datang kabar mengejutkan bahwa pesawat putus kontak dengan Pengatur lalu-lintas udara (ATC) Bandara Hasanuddin Makassar. Pada kontak terakhir, posisi pesawat berada pada jarak 85 mil laut barat laut Kota Makassar pada ketinggian 35 ribu kaki.

3 dari 6 halaman

Lokasi Dugaan Hilang



Lokasi Dugaan Hilang

Malaysia Airlines: Komandan Region 5 Angkatan Laut Vietnam Laksamana Ngo Van Phat mengatakan, pesawat MH370 diduga jatuh ke laut, 153 mil di selatan Pulau Phu Quoc, Vietnam. Kabar lain menyebut pesawat jatuh di perairan antara Vietnam dan Malaysia sebab Angkatan Udara Vietnam menjumpai dua genangan minyak besar di perairan antara 2 negara tersebut. Dugaan lain menyatakan pesawat diduga jatuh di sekitar Semenanjung Ca Mau, Vietnam. Namun tak diketahui pasti lokasi tepat jatuhnya pesawat tersebut. Yang terbaru, pesawat diduga jatuh di sekitar Selat Malaka setelah ada temuan radar yang menyebut pesawat yang seharusnya menuju utara atau ke Beijing, China justru belok ke arah barat atau Selat Malaka setelah melintasi Kota Bharu, Malaysia.

Adam Air: Pesawat diduga jatuh di Perairan Majene, Sulawesi Barat. Hal tersebut berdasarkan penemuan kotak hitam di Perairan Majene pada 27 Agustus 2007, sekitar 8 bulan setelah pesawat hilang.

4 dari 6 halaman

Penyebab Hilang atau Kecelakaan



Penyebab Hilang atau Kecelakaan

Malaysia Airlines: Hingga saat ini, belum diketahui penyebab hilangnya Malaysia Airlines. Sejumlah dugaan bergulir saat ini, misalnya seperti yang diungkapkan Kepala Polisi Malaysia, Tan Sri Thalib Abu Bakar, kemungkinan pembajakan oleh teroris, sabotase, ada masalah psikologi penumpang dan awak, atau masalah pribadi antara awak pesawat dan penumpangnya. Hilangnya MH370 ini dipastikan bukan karena faktor cuaca.

Adam Air: Berdasarkan rekaman kotak Hitam yang ditemukan di perairan Majene, Sulawesi Barat pada 27 Agustus 2007, KNKT menyimpulkan bahwa Adam Air jatuh ke laut menabrak permukaan air laut lalu terbelah dua. Kecelakaan itu disebabkan oleh cuaca buruk dan kerusakan alat navigasi.

5 dari 6 halaman

Riwayat Penerbangan

Riwayat Penerbangan

Malaysia Airlines: Berdasarkan catatan riwayat pesawat yang dimuat South China Morning Post, MH370 telah mengarungi udara selama sekitar 20.243 jam pada usianya yang ke 12 tahun. Para ahli penerbangan menyebutnya normal. Pesawat jenis itu punya reputasi paling aman, dengan catatan nyaris bersih, hingga terjadi insiden maskapai Korea Selatan, Asiana Airlines di San Francisco, Amerika Serikat pada Juli 2013 lalu yang menewaskan 3 warga negara China. Sebelumnya, Boeing 777 belum pernah mengalami kecelakaan fatal dalam sejarah.

Adam Air: Pesawat Boeing 737-400 buatan tahun 1989 bernomor registrasi PK-KKW  telah mendapat evaluasi terakhir tanggal 25 Desember 2005. Pesawat telah mengarungi udara selama 45.371 jam dan telah digunakan oleh 8 maskapai penerbangan berbeda, termasuk Dan Air, British Airways, GB Airways, National Jets Italy, WFBN, Air One dan Jat Airways. Pihak Adam Air menyatakan bahwa pesawat masih bisa dipakai 12 tahun lagi.

Baca juga:

Tanda Tanya Besar Burung Besi Jiran

Pesawat-pesawat yang Hilang Misterius

5 Teori Konspirasi Hilangnya Malaysia Airlines MH370

Tragedi Adam Air, Menabrak Laut dan Pecah, 102 Nyawa Melayang