Sukses

Jepang Mengembangkan Pendingin Ruangan dari Salju

Liputan6.com, Bibai: Di negeri empat musim, musim dingin dan salju kerap dianggap sebagai penghambat aktivitas. Karena setelah turun salju seluruh permukaan atau jalan raya akan tertutup lapisan salju dan untuk menyingkirkannya membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Namun di Jepang, salju kini dapat menjadi dimanfaatkan sebagai sumber pendingin di musim panas. Biaya yang dikeluarkan untuk sistem ini lebih murah 40 persen dari sistem pendingin bertenaga listrik.

Hal ini seperti yang tengah dilakukan di Kota Bibai, Pulau Hokkaido, baru-baru ini. Salju yang turun di kota itu pada musim dingin dikumpulkan dan disimpan di gudang khusus untuk dimanfaatkan saat musim panas tiba. Di Kota Bibai, ada tujuh bangunan yang menggunakan sistem pendingin bertenaga salju.

Dari dalam gudang penyimpanan salju itu, hawa dingin salju disedot kipas angin ke dalam mesin. Kemudian, dialirkan ke dalam ruangan sehingga ruangan menjadi sejuk dan nyaman. Sementara itu, salju mampu menyerap partikel debu halus sehingga udara dalam ruangan akan tetap bersih dan menyehatkan.

Selain itu, sistem pendingin salju juga digunakan dalam gudang penyimpanan beras. Sebab, dengan sistem ini kualitas beras yang disimpan dalam ruangan bersuhu tetap lima derajat celsius dan tingkat kelembaban 70 persen akan tetap baik walaupun telah disimpan selama lima tahun.

Sebuah kelompok peneliti yang dipimpin Doktor Kobiyama juga tengah mengembangkan sistem ini dengan meneliti manfaat lain dari salju. Di antaranya, dengan meneliti sifat salju yang menyerap gas metan dari atmosfir untuk mengurangi pemanasan global. Selain itu, mereka juga tengah meneliti kemungkinan campuran gas metan dan salju menjadi bahan bakar jenis baru.(ZIZ/Idr)

    Artikel Selanjutnya
    Manfaat Panas Bumi untuk Mengatur Suhu Ruangan
    Artikel Selanjutnya
    Australia Bersiap Hadapi Musim Dingin 'Terganas'