Sukses

Demonstrasi Anti-AS Rusuh

Liputan6.com, Jalalabad: Unjuk rasa anti-Amerika Serikat yang digelar ratusan mahasiswa di Kota Jalalabad, Afghanistan, Rabu (11/5), berakhir rusuh. Sedikitnya empat pengunjuk rasa tewas dan 71 lainnya terluka termasuk tujuh polisi.

Selain meneriakkan tuntutan dan slogan anti-AS, pengunjuk rasa melempari kendaraan, toko, dan Kantor Komite Swedia untuk Afganistan. Mereka juga melempari Konsulat Pakistan, kantor sebuah televisi lokal, dua kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan membakar dua mobil, serta merobek poster Presiden Afghanistan Hamid Karzai.

Sebuah iring-iringan kendaraan militer AS yang kebetulan melintas juga tak luput dari lemparan batu. Sebagai balasan, pasukan AS melepaskan tembakan peringatan ke arah pengunjuk rasa. Setelah itu, rombongan lantas meninggalkan lokasi tersebut.

Menurut Hamid Karzai yang tengah berkunjung ke Markas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Belgia, aksi mahasiswa itu bukanlah aksi menentang AS. Tapi, unjuk rasa tersebut dilakukan untuk menentang penghinaan terhadap Alquran.

Para mahasiswa Afghanistan berunjuk rasa memprotes pasukan AS yang disinyalir telah menghina Alquran di pusat tahanan AS di Guantanamo, Kuba [baca: Ratusan Mahasiswa Afghanistan Berdemonstrasi Anti-AS]. Unjuk rasa yang berlangsung sejak kemarin ini juga terjadi di Provinsi Laghman dan Khost.

Pihak AS sendiri menyatakan akan segera menyelidiki kasus penghinaan Alquran itu. Mereka juga prihatin dengan tindak kekerasan yang terjadi di Jalalabad.(TOZ/Ari)
    Artikel Selanjutnya
    Protes Pembakaran Alquran Meluas
    Artikel Selanjutnya
    Aksi Protes di Kashmir Tewaskan 18 Orang