Sukses

Menggunakan Taman Atap, Mengurangi Pemanasan Global

Liputan6.com, Tokyo: Efek rumah kaca dan pemanasan global dapat diatasi dengan berbagai cara. Setelah sebelumnya populer ditempuh dengan mengurangi emisi gas buang kendaraan, baru-baru ini terdapat cara baru yang diterapkan di Jepang. Cara itu yakni dengan melakukan penghijauan di sejumlah atap bangunan.

Fakta itu saat ini bisa dilihat dari atas Kota Tokyo yang tampak didominasi warna hijau. Warna daun itu akrab dijumpai di beberapa atap gedung yang memiliki taman buatan dengan ragam jenis tumbuhan.

Pemandangan tersebut marak mewarnai Kota Tokyo menyusul mulai diberlakukannya undang-undang pada tahun 2001 yang mengharuskan semua bangunan baru atau gedung lama direnovasi dengan memelihara tumbuh-tumbuhan. Tanaman-tanaman itu dipajang pada sedikitnya 20 persen area atap gedung.

Penghijauan tersebut berfungsi untuk menjaga temperatur udara agar tetap rendah karena tumbuh-tumbuhan mampu menyerap panas. Jika saja pemanasan global terus berlangsung seperti sekarang, maka temperatur di permukaan bumi dapat bertambah rata-rata hingga 5,8 derajat Celsius pada tahun 2100. Dampak lainnya, permukaan air laut akan meningkat dan beberapa pulau akan tenggelam secara perlahan namun pasti.

Namun cara ini juga dapat menghemat energi yaitu dengan membuat temperatur gedung menjadi rendah di musim panas dan tidak terlalu dingin di musim dingin. Selain itu warna-warna hijau nan asri pun memiliki efek menyejukkan pemandangan. Sejak penghijauan atap diwajibkan empat tahun silam, Jepang juga sudah mengembangkan berbagai teknik untuk mengurangi berat taman atap serta menjaganya agar kedap air.(AIS/Nlg)
    Artikel Selanjutnya
    Di Tengah Perang, Yaman Hadapi Wabah Kolera Terburuk di Dunia
    Artikel Selanjutnya
    Masak Mi Instan di Bandara, Wisatawan Asal China Dikecam